Citra Keteladanan

Penanaman Citra Keteladanan 

 

    Masa Orientasi Siswa (MOS) diperkaya dengan kaderisasi MPK dan OSIS, serta diklat kepemimpinan.

            Kegiatan MOS diklat merupakan program sekolah yang bertujuan membuat peserta didik selalu tetap mencintai sekolah dan almamater dengan berpedoman bahwa sekolah adalah rumah kedua
setelah rumah sendiri. Hal ini ditanamkan sejak peserta didik masuk ke SMA Negeri 1 Surabaya
melalui pembinaan dan penanaman citra keteladanan, kedisiplinan, dan budi pekerti luhur.

 

 

Perkemahan Bhakti Unggulan

 

     Siswa kelas X diberi kepercayaan sepenuhnya untuk melaksanakan kemah bhakti  pada waktu MOS yang bertujuan menanamkan kepedulian siswa pada sekolah. Selanjutnya diharapkan mereka mempunyai
kewajiban ikut bertanggung jawab pada sekolah dan lingkungannya.

 

 

Penanaman Keimanan dan Ketaqwaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa

 

     Kecerdasan rokhani peserta didik dikembangkan melalui penanaman disiplin beribadah sesuai dengan agama yang mereka anut sejak dini, yakni sejak memasuki SMA Negeri 1 Surabaya secara konkret,
pengembangan kecerdasan rochani tersebut dilakukan melalui kegiatan-kegiatan sebagai berikut :

1.  Kerokhanian Islam melalui :

          PHBI, seperti Isro’ Mi’roj, Tahun Baru Hijriyah, Maulud Nabi dan sebagainya, Gelar Ramadhan,
Gelar Idul, Qurban, Forum kajian Islam, Manasik Haji, Istighosah, BTA

Memandikan dan Shalat Jenazah,
dll.

 2.  Kerokhanian Katholik dan Kristen Protestan melalui :

Natalan, Valentine Day, Paskah, dan sebagainya

3.  Kerokhanian Hindu

 

 

Pelaksanaan 6 (enam) K

 

     6 K dikembangkan di kalangan peserta didik dengan tujuan, agar mereka memiliki rasa peduli terhadap lingkungan alam dan lingkungan pergaulannya serta dalam berperilaku sebagai anggota masyarakat dan sebagai diri sendiri. Kepada mereka dilakukan kontroling 6 K melalui razia berpakaian, penataan rambut,
perangkat sekolah yang dibawa seperti kelengkapan kendaraan siswa (motor) dan sebagainya.
Pelaksananya adalah OSIS yang dikomandani oleh Wakasek Kesiswaan dan Tim ketertiban dari guru.

 

 

Senioritas

 

      Model pemanggilan dengan sebutan panggilan mbak / mas dan dik jabat tangan bila bertemu dan uluk salam dibudayakan di SMA Negeri 1 Surabaya, di samping sebagai ungkapan keakraban juga sebagai
media penyadaran dan penempatan senioritas peserta didik.

     Hal itu juga dilakukan dengan mempertimbangkan pengembangan kultur sekolah  yang harmonis dan saling menghormati.

 

 

Hubungan Siswa dengan Guru

 

      Hubungan siswa dengan guru diupayakan harmonis, akrab, penuh penghormatan.
Pengembangan hubungan yang demikian dilaksanakan sekaligus dalam rangka pengembangan
kultur sekolah yang harmonis dan saling menghormati.

     Oleh sebab itu siswa dengan guru bila bertemu dibudayakan untuk berjabat tangan termasuk guru dengan guru dan karyawan

 

 

Upacara Bendera

 

     Upacara bendera rutin dilaksanakan satu bulan sekali dengan waktu yang ditentukan oleh   sekolah, sedangkan pada peringatan hari besar Nasional upacara dilaksanakan secara insidental.

 

 

Persiapan Menghadapi ICHO, IMO dan sejenisnya.

 

     Pendalaman materi khusus bagi siswa yang unggul untuk menghadapi persaingan terutama dalam mengikuti lomba IMO, IPHO, ICHO, dan lomba komputer diusahakan ada pembinaan khusus dan bekerja sama dengan lembaga lain / Perguruan Tinggi.

 

 

Pemberian Bekal Kemampuan Berbahasa Inggris.

 

     Wicara bahasa Inggris untuk membekali siswa dalam penguasaan bahasa Internasional untuk menghadapi era globalisasi. Siswa wajib mengikuti ekstrakurikuler bahasa inggris dan akan dimulai pada tahun ajaran 2006-2007 siswa, guru, mahasiswa bila masuk di ruang kepala Sekolah wajib menggunakan bahasa Inggris. Termasuk guru pada waktu mengawali proses pengajaran di kelas.

 

 

Pembekalan Ketrampilan Komputer.

 

     Semua siswa dibekali ketrampilan melalui pelatihan komputer yang dilaksanakan di luar jam pelajaran, ini juga termasuk kegiatan ektrakurikuler yang wajib diikuti siswa kelas X dan XI.

 

 

Pengembangan Pola Pikir Analitik.

 

     Untuk mengembangkan bakat dan kemampuan meneliti, siswa kelas XI diwajibkan melakukan latihan penelitian yang dilaksanakan pada libur semester I yang ditentukan oleh Wakasek Kurikulum dan disesuaikan dengan mata pelajaran yang relevan.

 

 

Ketertiban Siswa

 

     Untuk ketertiban siswa dibuat dua tata tertib yang sudah baku :

     Tata tertib yang mengacu dengan peraturan tata tertib sesuai dengan Surat Keputusan Direktorat Pembinaan kesiswaan nomor: 0642/C.8/Kep/1982 dan Surat Edaran Kakanwil Depdikbud
Propinsi Jawa Timur tanggal 1 Oktober 1982.

     Tata tertib tambahan yang dibuat oleh sekolah (MPK, OSIS, Guru) sekaligus sanksinya.

     Ketertiban tersebut yang akan diberlakukan mulai tahun pelajaran 2005-2006 sesudah disosialisasikan terlebih dahulu selama 1(satu) bulan. Program ketertiban ini ditunjang dengan adanya program Slidding Card
atau program komputerisasi Sekolah (SKS).